Pengertian Suspensi dan Perbedaannya dengan Larutan dan Koloid

  • Whatsapp
Pengertian Reformasi dalam Berbagai Macam Bidang
Pengertian Reformasi dalam Berbagai Macam Bidang

Anda pasti menemukan banyak contoh suspensi, koloid, dan larutan dalam kehidupan sehari-hari, hanya saja, Anda tidak menyadarinya. Untuk membantu Anda memahaminya dengan baik, berikut adalah pengertian dan perbedaan dari ketiganya.

Pengertian Suspensi

Suspensi adalah kombinasi heterogen dua zat atau lebih, di mana partikel dari zat terlarut tersuspensi di seluruh zat pelarut beberapa saat setelah dicampurkan, bahkan meski tanpa diaduk. Beberapa contoh umum dari suspensi adalah:

  • Campuran kapur dan air
  • Campuran pasir dan air (air berlumpur)
  • Campuran tepung dan air
  • Campuran partikel debu dan udara
  • Kabut
  • Susu magnesium

Pengertian Larutan

Larutan adalah campuran dari satu zat terlarut yang dilarutkan dalam zat lain (pelarut) sehingga sifat-sifatnya sama. Zat terlarut adalah zat yang dilarutkan, sedangkan pelarut adalah bagian lain dari larutan yang melakukan pelarutan. Kedua zat ini dapat berupa cair, padat atau gas. Beberapa contoh larutan adalah:

  • Campuran air dan garam akan menghasilkan larutan garam, di mana garam disebut sebagai zat terlarut yang larut dalam air sebagai zat pelarut.
  • Gas karbon dioksida dan oksigen disebut zat terlarut, sedangkan gas nitrogen (N2) adalah pelarut.
  • Asam hidroklorat (HCl) dalam air
  • Gas karbon dioksida dalam soda
  • Gas hidrogen dalam logam palladium

Pengertian Koloid

Koloid adalah campuran dua zat atau lebih yang dicampur bersama tetapi tidak dikombinasikan secara kimiawi, di mana partikel dari satu zat disebarkan melalui zat kedua. Contoh dari koloid adalah:

  • Aroma parfum yang menyebar ke seluruh ruangan.
  • Bau gosong makanan di dapur yang dapat tercium hingga ruang makan.
  • Debu yang tersebar di udara.

Perbedaan Larutan, Suspensi dan Koloid

Larutan, suspensi, dan koloid memang hampir serupa tetapi memiliki karakteristik berbeda. Dengan mengamati perbedaan berikut, Anda dapat mengklasifikasikan campuran sebagai larutan, suspensi atau koloid.

  1. Tampilan: larutan memiliki tampilan yang jelas, transparan, dan homogen. Suspensi memiliki tampilan keruh dan heterogen. Sedangkan tampilan koloid adalah tembus cahaya dan homogen.
  2. Ukuran partikel: partikel dalam larutan berukuran ion atau molekul, partikel dalam suspensi lebih besar dari 1 nanometer dan partikel dalam koloid lebih kecil dari pada suspensi tetapi lebih besar dari molekul atau ion, yaitu 1-1000 nm.
  3. Efek cahaya (Efek Tyndall): larutan tidak menghasilkan Efek Tyndall karena partikelnya tidak dapat memantulkan atau melewati cahaya. Sedangkan partikel-partikel dalam koloid dan suspensi dapat melewati dan menyebarkan cahaya.
  4. Efek sedimentasi: partikel dalam koloid biasanya tidak larut, melainkan melayang di seluruh media dispersi (pelarut). Sedangkan partikel pada suspensi dan larutan dapat mengendap dari waktu ke waktu (menghasilkan sedimentasi).
  5. Filtrasi: karena menghasilkan endapan, partikel dalam suspensi dan larutan bisa dipisahkan melalui kertas saring atau kertas perkamen, tapi partikel dalam koloid tidak bisa.
  6. Visibilitas partikel: partikel dalam larutan tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Partikel dalam koloid terlihat melalui mikroskop elektron, tetapi tidak melalui mata telanjang. Sedangkan partikel dalam suspensi terlihat melalui mata telanjang dan juga di bawah mikroskop elektron.
  7. Gerak Brown: partikel-partikel dalam suspensi, larutan dan koloid sama-sama menunjukkan gerak Brown (gerakan zigzag).
  8. Fase: dispersi koloid memiliki satu fase, di mana partikel padat yang sangat kecil didispersikan dalam pelarut secara homogen. Sedangkan suspensi dan larutan memiliki dua fase, di mana partikel padat yang relatif lebih besar ditangguhkan dalam pelarut secara heterogen.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *