Pengertian Perencanaan dan Elemen yang Ada di Dalamnya 

  • Whatsapp
Pengertian Perencanaan dan Elemen yang Ada di Dalamnya 
Pengertian Perencanaan dan Elemen yang Ada di Dalamnya 

Dalam suatu kehidupan, manusia harus membuat suatu perencanaan. Perencanaan sangat dibutuhkan untuk setiap tujuan agar tercapai sesuai dengan keinginan, baik untuk kebutuhan individu maupun kelompok. Pengertian Perencanaan dan Elemen yang ada di dalamnya juga harus dipahami dengan baik, agar lebih mudah dalam mengaplikasikannya.

Dalam menyusun perencanaan, biasanya akan dibuat pertimbangan-pertimbangan dari berbagai fakta yang sudah terjadi sebelumnya dan juga dibuat pendapat atau opini mengenai hal yang akan terjadi kedepannya. Fakta dan opini sangat berperan penting dalam mendukung keberhasilan atas perencanaan yang telah dibuat.

Pengertian Perencanaan  

Perencanaan adalah sebuah metode atau proses. Proses perencanaan disusun secara rasional agar dapat digunakan sesuai dengan rencana. Proses tersebut memiliki beberapa sifat diantaranya yaitu bisa disesuaikan dengan tujuan yang direncanakan, keterbatasan dan bisa dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan teknik tertentu.

Metode perencanaan dulunya sebagai salah satu kegiatan konvensional yang sering disebut juga dengan Gaddesian Planning Process.  Dalam membuat suatu perencanaan, input merupakan kumpulan dari beberapa informasi atau data akurat.

Hasil produk dari konsep yang telah direncanakan disebut dengan output.  Sedangkan proses merupakan suatu analisis data yang kemudian menghasilkan hasil dari perencanaan.

Elemen dalam Suatu Perencanaan

Dalam sebuah perencanaan ada beberapa elemen penting yang dikelompokan menjadi dua yaitu sasaran dan rencana.

  1. Sasaran

Sasaran merupakan suatu target yang ingin dicapai oleh setiap individu, kelompok maupun dalam sebuah organisasi. Sasaran sering diartikan juga sebagai tujuan. Sasaran dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat suatu keputusan dan menentukan kriteria untuk menilai suatu pekerjaan.

Sasaran dibedakan menjadi dua jenis yaitu state goals dan sasaran riil. Stated goals merupakan sasaran yang disampaikan oleh suatu organisasi kepada masyarakat umum. Contoh dari bentuk sasaran ini bisa dilihat dalam bentuk laporan tahunan, piagam dari suatu perusahaan, pemberitahuan publik yang telah dibuat oleh tim manajemen.

State goals ini seringkali bertentangan dengan hasil yang diperoleh dan biasanya hanya dibuat karena untuk memenuhi ketentuan stakeholder dari suatu perusahaan. Sedangkan untuk sasaran riilnya merupakan tujuan yang memang benar-benar diharapkan dari perusahaan.

  1. Rencana

Plan atau rencana yaitu dokumen lengkap yang dibuat sebagai skema untuk mencapai suatu target. Rencana disusun berdasarkan jadwal, alokasi sumber daya yang dibutuhkan serta aspek-aspek penting lain sebagai pendukungnya.

Rencana dikelompokkan sesuai dengan cakupan, karakteristik, jangka waktu dan kerapatan penggunaannya. Berdasarkan jangkauannya, rencana dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu rencana operasional dan rencana strategis.

  • Rencana Operasional

Yaitu konsep yang sengaja dibuat untuk memonitoring kegiatan sehari-hari  anggota dalam sebuah organisasi.

  • Rencana Strategis

Yaitu konsep umum yang berfungsi untuk seluruh kegiatan di semua lapisan organisasi yang ada.

Sesuai dengan jangka waktunya, rencana dikelompokkan menjadi rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang.

  • Rencana Jangka Pendek

Yaitu rencana yang disusun untuk kebutuhan jangka pendek, misalnya jangka waktu satu tahun.

  • Rencana Jangka Panjang

Yaitu rencana yang disusun untuk kebutuhan jangka panjang, rencana ini biasanya digunakan untuk jangka waktu tiga tahun, lima tahun dan seterusnya.

Sedangkan berdasarkan jangkauannya dikelompokkan menjadi dua yaitu rencana spesifik dan rencana direksional.

  • Rencana Spesifik

Yaitu suatu konsep yang disusun secara detail dalam menentukan strategi-strategi khusus untuk mencapai suatu tujuan.

  • Rencana Direksional

Yaitu konsep yang telah dirancang secara detail, namun hanya digunakan sebagai guidelines secara umum.

Misalnya saja seorang atasan yang menyuruh para karyawan perusahaan untuk bisa meningkatkan profit sebesar 15%. Namun manajer tidak memberikan arahan bagaimana cara untuk meningkatkan profit tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *