Pengertian Paradigma

  • Whatsapp
Pengertian Paradigma
Pengertian Paradigma

Dalam kehidupan sehari-hari, kata “Paradigma” jarang sekali terdengar. Hal ini tidak begitu mengherankan, mengingat istilah yang satu ini memang lebih sering digunakan dalam dunia filosofi dan sains. Walaupun demikian, pengertian paradigma juga perlu dipahami oleh setiap orang, sehingga apabila sedang dibahas, Anda bisa langsung paham apa maksud dan artinya.

Pengertian Paradigma secara Umum

Paradigma adalah asumsi, nilai, praktik atau konsep di dalam melihat suatu fakta atau realita dalam suatu kejadian. Paradigma juga berarti cara pandang seseorang, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungannya. Paradigma dapat mempengaruhi tingkah laku, cara bersikap maupun cara berpikir.

Pengertian Paradigma Menurut Para Ahli

Ada sejumlah ahli yang memberikan pendapatnya mengenai pengertian paradigma, di antaranya ialah sebagai berikut:

1. Egon G. Guba

Paradigma adalah kumpulan dari keyakinan dasar yang sifatnya membimbing perilaku manusia di dalam kehidupannya.

2. Robert Cohenn

Paradigma adalah sebuah dasar atau acuan pikiran. Acuan tersebut bersifat filosofis dalam melaksanakan suatu tujuan atau motif.

3. C. J. Ritzer

Paradigma adalah sebuah pandangan yang mendasari para ilmuwan tentang berbagai hal. Hal tersebut menjadi pokok dari permasalahan yang semestinya dipelajari oleh cabang ilmu tertentu.

4. Robert Friedrichs

Paradigma adalah kumpulan dari tatanan nilai yang menjadi pembentuk pola pikir seorang individu sebagai titik tolak pandangannya, serta membentuk citra yang bersifat subjektif terhadap realita, sehingga bisa menentukan cara dalam menangani realita tersebut.

5. Thomas Kuhn

Paradigma adalah suatu landasan dalam berpikir yang dianut atau dipakai sebagai konsep dasar oleh para ilmuwan dalam melaksanakan studinya.

6. Harmon

Paradigma adalah cara yang mendasar untuk menilai, memikirkan, memahami serta melakukan hal-hal yang ada hubungannya dengan sesuatu yang bersifat khusus mengenai realita.

Macam-Macam Paradigma

Sejatinya, paradigma terdiri atas sebagai berikut:

1. Paradigma dalam Bidang Kehidupan Antar Agama

Maksudnya adalah, pandangan umum dan dasar yang menjadi pengarah bagi masyarakat dalam bertindak serta berpikir sesuai dengan ajaran agama yang telah dianut olehnya, serta saling menghargai umat agama yang lainnya.

2. Paradigma Hukum

Maksud dari paradigma hukum adalah, pandangan umum serta dasar masyarakat terhadap hukum-hukum yang berlaku, sehingga masyarakat menjadi lebih terarah dalam bertindak dan juga berpikir sesuai dengan hukum.

3. Paradigma Sosial dan Budaya

Paradigma sosial dan budaya adalah pandangan dasar yang sifatnya filosofis, pandangan ini akan mengarahkan masyarakat untuk bertindak serta berpikir sesuai dengan pandangan sosial budaya tertentu dalam kehidupan sehari-hari.

4. Paradigma Ekonomi

Pandangan yang mendasar dari masyarakat mengenai ekonomi, serta berbagai hal yang ada hubungannya dengan ekonomi yang bisa menjadi pengarah bagi masyarakat dalam bertindak dan berpikir.

5. Paradigma Politik

Maksud dari paradigma politik adalah pandangan umum serta pandangan mendasar yang menjadi penuntun bagi seseorang di dalam bertindak serta berpikir dalam hal politik.

Contoh Paradigma

Jika melihat pengertian paradigma dan macam-macamnya di atas, maka contoh paradigma kurang lebihnya sebagai berikut:

1. Paradigma Deduksi–Induksi

Paradigma deduksi-induksi adalah paradigma yang lebih menyoroti metode kualitatif untuk deduksi dan menyoroti metode kuantitatif untuk induksi.

2. Paradigma Kualitatif

Paradigma satu ini sering dimanfaatkan oleh para mahasiswa, baik dalam mengerjakan tugasnya maupun skripsinya. Umumnya, paradigma kualitatif banyak digunakan untuk menemukan suatu gambaran teori sosial dengan melalui teori induktif.

3. Paradigma Piramida

Dalam paradigma piramida, suatu metode atau konsep dilakukan dengan cara proses bertahap seperti piramida, baik itu piramida ganda, piramida terbalik bahkan piramida berlapis.

4. Paradigma Siklus Empiris

Paradigma siklus empiris berarti suatu konsep atau metode yang bisa memberikan penjelasan mengenai fenomena ilmiah yang wujudnya berupa siklus.

5. Paradigma Rekonstruksi Teori

Paradigma rekonstruksi menggunakan metode atau teori yang sebelumnya sudah ada. Metode atau teori tersebut dipakai kembali saat dilakukan penelitian yang baru dengan syarat metode lama masih relevan supaya ada kesinambungan yang jelas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *