Pengertian Koordinasi dalam Manajemen

  • Whatsapp
Pengertian Koordinasi dalam Manajemen
Pengertian Koordinasi dalam Manajemen

Dalam setiap organisasi pasti memiliki keragaman baik dalam segi latar belakang, pendapat, jenis pekerjaan, maupun pandangan. Keselarasan perlu diciptakan agar tercapai tujuan bersama yang telah disepakati organisasi. Penyelarasan keberagaman tersebut dapat kita sebut dengan koordinasi. Penjelasan lebih lanjut mengenai koordinasi akan dibahas dalam ulasan berikut.

Pengertian Koordinasi

Koordinasi adalah suatu proses pengintegrasian yang mensinergikan seluruh aktivitas atau proses dalam pekerjaan pihak satu dengan pihak lain sehingga mencapai tujuan dari tiap pihak maupun tujuan bersama dalam pekerjaan tersebut. Selain pengertian tersebut, ada juga pengertian koordinasi menurut para ahli, yaitu:

  1. Handoko

Menurutnya koordinasi adalah proses penyatuan tujuan-tujuan dalam departemen yang berbeda dalam suatu organisasi yang sama guna mencapai tujuan dari organisasi tersebut dengan efisien.

  1. Manullang

Koordinasi adalah usaha untuk mengarahkan atau menyelaraskan seluruh kegiatan dalam unit yang ada diorganisasi supaya kegiatan tersebut dilaksanakan dengan maksimal sehingga tercapai tujuan dari organisasi secara keseluruhan.

  1. Yohanes

Beliau mendefinisikan koordinasi dengan suatu proses integrasi dalam sebuah organisasi yaitu menyatukan tujuan dan kegiatan dari satuan-satuan yang berbeda dalam organisasi tersebut untuk mencapai satu tujuan di organisasi.

  1. R. Terry

Koordinasi adalah usaha untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, dengan tindakan yang sinkron, teratur, serta dengan jumlah dan waktu yang tepat.

  1. Farlan

Menurutnya koordinasi adalah proses pengembangan yang dilakukan oleh pimpinan dalam suatu kelompok yaitu dengan membuat pola usaha kelompok dengan teratur dan menjamin kesatuan tindakan yang dilakukan mencapai tujuan bersama.

Tujuan dan Manfaat Koordinasi

Koordinasi dilakukan bukan tanpa tujuan, yaitu:

  • Mencegah terjadinya konflik dan kontradiksi.
  • Menjaga keefektifan sebuah organisasi agar optimal dalam sinkronisasi, kebersamaan, dan keseimbangan antara aktivitas yang berkaitan.
  • Menciptakan hubungan dan komunikasi yang baik antar unit kerja walaupun tidak saling terkait.
  • Mencegah terjadinya kekosongan waktu dan ruang.
  • Membuat kesepakatan antar unit dalam organisasi agar dapat mengakomodir seluruh unit tersebut.
  • Mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat.
  • Mencegah terjadinya pemborosan.

Selain tujuan, dilakukannya koordinasi juga memiliki manfaat yaitu:

  • Membantu pemimpin organisasi dalam mengintegrasikan dan mensinergikan tugas yang dimiliki unit yang terkait.
  • Sebagai sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien.
  • Sebagai pemecah masalah atau menjadi solusi dalam setiap konflik yang terjadi di berbagai pihak.
  • Menurunkan risiko overlapping dengan melakukan pembagian kerja di setiap unit pekerjaa
  • Membentuk tim kerja dan unit yang harmonis.
  • Meminimalisir terjadinya konflik internal maupun eksternal.

Jenis-Jenis Koordinasi

  • Berdasar Ruang Lingkup
  • Koordinasi Internal

Koordinasi jenis ini terjadi dengan mengintegrasikan tujuan serta kegiatan di berbagai departemen yang ada dalam suatu organisasi. Jadi koordinasi ini dilakukan antar departemen atau unit yang ada di organisasi.

  • Koordinasi Eksternal

Merupakan koordinasi yang dilakukan antara organisasi dengan lingkungan eksternal di sekitarnya seperti masyarakat sekitar, pelanggan, pesaing, investor, pemerintah, dan lain sebagainya.

  • Berdasarkan Aliran atau Flow
  • Koordinasi Vertikal

Pada dasarnya, koordinasi vertikal berkaitan dengan pengarahan atau instruksi yang diberikan oleh atasan ke bawahan sesuai tanggung jawabnya masing-masing. Terjadi di berbagai tingkatan organisasi untuk memastikan bahwa semua berjalan dengan selaras sesuai kebijakan organisasi.

  • Koordinasi Horizontal

Koordinasi ini dilakukan antar anggota dalam suatu unit kerja ataupun unit kerja satu dengan unit kerja lain yang masih berada pada tingkat hierarki manajemen yang sama. Sebagai contoh yaitu koordinasi yang dilakukan oleh departemen produksi dan departemen pemasaran dalam merancang produk agar laku di pasaran.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *