Pengertian Komitmen dalam Organisasi

  • Whatsapp
Pengertian Komitmen dalam Organisasi
Pengertian Komitmen dalam Organisasi

Setiap orang pasti pernah memiliki komitmen dalam hidupnya. Komitmen itu entah dalam sebuah hubungan, komitmen dalam prinsip diri sendiri, komitmen dalam pekerjaan, komitmen dalam organisasi, dan lainnya. Dengan adanya komitmen tanggung jawab akan lebih diutamakan, sehingga seseorang akan lebih percaya dengan Anda.

Komitmen dalam sebuah organisasi sangatlah penting. Meski pengertian komitmen dalam organisasi memiliki arti yang berbeda-beda pada setiap orang dan setiap website, berikut beberapa penjelasannya.

Pengertian Komitmen dalam Organisasi

Komitmen dalam organisasi adalah sebuah tingkah laku seseorang terhadap suatu perusahaan dalam bentuk loyalitas dan tercapainya tujuan, visi, serta misi yang ada di perusahaan tersebut. Komitmen atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari kemauan, nilai organisasi, dan kepercayaan.

Pengertian Komitmen Dalam Organisasi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli juga ikut memberikan pendapatnya mengenai pengertian komitmen dalam organisasi yang bisa Anda ketahui di bawah ini.

1. Robbins

Robbins menyampaikan pendapatnya bahwa komitmen organisasi adalah sikap yang bisa mencerminkan sebuah perasaan, entah itu rasa suka maupun rasa tidak suka dari karyawan dalam sebuah organisasi.

2. Sri Kuntjoro

Sri Kuntjoro mengatakan bahwa komitmen organisasi adalah sebuah bukti dalam keterlibatan dan kesetiaan seseorang kepada suatu organisasi.

3. Mowday

Pada tahun 1992, Mowday mengungkapkan bahwa komitmen organisasi adalah komitmen kerja. Komitmen ini menunjukkan sisi perilaku seseorang, dengan tujuan untuk menilai kesetiaan orang tersebut atau seorang karyawan terhadap sebuah perusahaan.

4. O’Reilly

Menurut O’Reilly pada tahun 1989 komitmen organisasi adalah ikatan kejiwaan pada seseorang terhadap suatu perusahaan yang mana meliputi loyalitas, kepercayaan terhadap suatu nilai organisasi, dan adanya keterlibatan dalam pekerjaan.

5. Lincoln dalam Bashaw dan Grant

Lincoln mengatakan bahwa komitmen organisasi adalah organisasi yang mencakup anggota, kemauan yang kuat, dan kesetiaan yang ditunjukkan oleh anggota.

6. McShane & Von Glinow

Kedua ahli ini menyampaikan bahwa komitmen organisasi adalah pengaruh yang sangat kuat dari seseorang untuk bisa mengenali permintaan yang menciptakan motivasi. Pengaruh itu akan terus ada bahkan saat sang motivasi tidak hadir saat itu.

7. Luthans

Menurut Luthans komitmen organisasi adalah sebuah keinginan untuk menjadi bagian dari sebuah organisasi tersebut. Perlu upaya yang keras dalam mencapai keinginan, keyakinan, nilai, dan tujuan dari organisasi itu.

8. Griffin

Griffin mengatakan bahwa komitmen dalam organisasi adalah sikap yang bisa mencerminkan seseorang mengenai sejauh mana orang itu mengenal dan terikat pada organisasi.

9. Mathins & Jackhson

Kedua ahli ini menyampaikan bawah komitmen dalam organisasi adalah suatu derajat mengenai karyawan yang memiliki kepercayaan, menerima berbagai tujuan organisasi, dan tidak memiliki niat untuk meninggalkan organisasi itu.

10. Richard M. Steer

Richard mengatakan bawah komitmen dalam organisasi adalah rasa kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi, adanya keterlibatan dalam menunjukkan loyalitas, dan kesediaan demi kepentingan organisasi. Keinginan itu berkaitan dengan menjadi anggota yang bisa diperlihatkan oleh karyawan terhadap organisasi.

11. Spector

Spector mengatakan bahwa komitmen dalam organisasi adalah sebuah janji yang melibatkan keterikatan seseorang dengan organisasi tersebut.

12. Salancik

Salancik menyampaikan pendapatnya bahwa komitmen dalam sebuah organisasi adalah keadaan ketika tingkah laku seseorang menjadi terikat dan mempunyai keyakinan ingin meneruskan tingkah laku dan keterlibatannya dalam organisasi.

13. Zurnali C, 2010, p.127

Menurut Zurnali, komitmen dalam organisasi adalah keadaan psikologi yang memiliki karakteristik antara karyawan dengan organisasi, atau implikasi yang memengaruhi bertahan atau tidaknya karyawan tersebut dengan mengidentifikasi 3 komponen yakni komitmen kontinyu, komitmen afektif, dan komitmen normatif.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *