Pengertian Ekspor Dan Penjelasannya Secara Umum

  • Whatsapp
Pengertian Ekspor

Mendengar kata ekspor, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Ekspor sendiri adalah sebuah kegiatan dalam dunia jual beli, hanya saja jangkauannya lebih luas. Ekspor sering kali dipasangkan dengan kegiatan impor yang juga merupakan kegiatan jual beli skala internasional. Namun tentu keduanya memiliki makna yang berbeda.

Pengertian Umum Ekspor

Ekspor adalah kegiatan komoditas penjualan suatu produksi dalam negeri, kepada pihak luar negeri selaku pembeli. Kegiatan ekspor ini biasanya dijadikan sebagai senjata persaingan di bidang bisnis dan usaha dengan tujuan, agar suatu komunitas bisa mendapatkan nama di kancah nasional maupun internasional.

Ekspor selalu berhubungan dengan produksi suatu barang pada suatu negara. Dengan kuantitas ekspor yang meningkat maka suatu negara bisa sangat diuntungkan, karena melalu kegiatan ekspor pendapatan negara secara tidak langsung juga akan bertambah.

Ragam Jenis Ekspor dan Penjelasan Umumnya

Kegiatan ekspor secara umum memiliki beberapa jenis dan definisi yang sedikit berbeda satu sama lainnya. Namun hakikatnya beberapa jenis ekspor ini memiliki tujuan dan makna yang sama, hanya istilahnya yang berbeda karena dijelaskan dari sudut pandang yang berbeda. Lantas apa saja jenis definisi ekspor yang dimaksud tersebut? berikut di bawah ini bisa Anda simak dengan baik beberapa jenisnya :

1. Ekspor Secara Langsung

Rkspor secara langsung memiliki pengertian bahwa kegiatan ekspor merupakan sebuah kegiatan penjualan produk yang ada di dalam negeri, kepada pembeli yang ada di luar negeri. Prosesnya melalui sebuah perantara yang dinamakan sebagai eksportir. Barang yang diekspor terlebih dahulu masuk pada tempat khusus tujuan ekspor,  kemudian ekportir memasarkan.

Sistem ekspor yang dilakukan secara langsung ini memiliki kelemahan dalam hal biaya. Tarif ekspor yang tinggi mengikuti beban transportasi dari barang yang didistribusikan. Meskipun begitu, sistem secara langsung ini juga memiliki kelebihan, yakni kegiatan distribusi terpusat pada komunitas distribusi negara.  Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah kontrol ekspor.

2. Ekspor Secara Tidak Langsung

Sedikit berbeda dengan jenis sistem ekspor yang dilakukan secara langsung, jenis sistem secara tidak langsung ini dilakukan dengan menggunakan jasa eksportir yang asalnya dari negara pengirim itu sendiri. Barang yang sudah ada pada eksportir, kemudian akan dipasarkan atau dijual kepada pihak perusahaan yang mau mengekpor barang tersebut.

Cara ini memang akan cukup menguntungkan karena adanya sumber daya barang yang terfokus. Akan tetapi di sisi lain, sistem ini juga memiliki suatu kelemahan. Kelemahannya yakni kegiatan distribusi tidak bisa dikontrol dengan baik karena tidak melalui distributor terpusat.

Beberapa bentuk bisnis usaha yang biasanya memakai sistem ekspor langsung adalah jenis usaha dalam bidang jasa. Sedangkan, pada jenis usaha manufaktur, biasanya menggunakan kedua jenis sistem ekspor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Penggunaan sistem ekspor bergantung pada keadaan tertentu.

Mempersiapkan Sistem Ekspor

Agar bisa melakukan sistem ekspor tentu tidak hanya cukup dengan mempelajari definisi ekspor saja. Anda tidak cukup dengan hanya memahaminya saja, akan tetapi perlu juga untuk mempelajari bagaimana mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk melakukan proses ekspor itu sendiri. Sebelum melakukan proses ekspor, Anda harus tahu target pasar mana yang akan Anda pilih.

Target pasar yang dimaksud tidak hanya namanya saja, akan tetapi juga bagaimana potensinya dalam dunia bisnis jual beli. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan analisa SWOT dalam proses ekspor. Hal ini akan memengaruhi nilai jual yang Anda dapatkan kemudian. Setelah itu baru Anda bisa melanjutkan proses untuk menemui ekportir, guna mengirimkan atau mengekspor barang yang Anda jual tersebut.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *