Pengertian Demokrasi Terpimpin

  • Whatsapp
Pengertian Demokrasi Terpimpin
Pengertian Demokrasi Terpimpin

Indonesia telah merdeka sejak tanggal 17 Agustus tahun 1945. Semenjak hari kemerdekaan tersebut, Indonesia sempat beberapa kali mengganti sistem pemerintahan. Salah satu sistem pemerintahan yang digunakan oleh Indonesia adalah demokrasi terpimpin. Berikut ini dibahas mengenai pemahaman dan pengertian demokrasi terpimpin yang dicetuskan oleh Presiden Republik Indonesia pertama.

Pengertian Demokrasi Terpimpin

Demokrasi terpimpin adalah sebuah sistem pemerintahan atau sistem demokrasi dimana seluruh keputusan yang menyangkut tentang negara dan pemerintah dipusatkan pada satu orang yakni pemimpin negara. Dimana pada saat keputusan ini dibuat, Presiden Negara Indonesia pertama, Presiden Soekarno mengumumkannya pada tanggal 10 November 1956 pada sidang konstituante.

Latar Belakang Demokrasi Terpimpin

Demokrasi terpimpin pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Soekarno yang diawali dengan usul untuk menggantikan UUDS 1950 dengan UUD 1945. Hal ini menuai sejumlah pro dan kontra dari anggota konstituante sehingga akhirnya dilakukan sebuah pemungutan suara. Selain itu Presiden Soekarno juga menjelaskan ada beberapa latar belakang dari demokrasi terpimpin, diantaranya:

1. Keamanan Nasional

Demokrasi terpimpin diusulkan karena pada saat Indonesia menjalani sistem politik demokrasi liberal, banyak muncul gerakan separatis pada saat itu. Ini tentu menjadi isu keamanan sosial bagi Indonesia. Selain menjadi isu keamanan, gerakan separatis juga menimbulkan ketidakstabilan bagi negara.

2. Perekonomian

Masa demokrasi liberal yang terjadi di Indonesia juga menyebabkan terjadinya beberapa kali pergantian kabinet. Hal ini membuat banyak pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan oleh kabinet menjadi tersendat dan tidak dapat diselesaikan. Selain itu, perubahan pada kabinet ini juga menyebabkan tersendatnya perekonomian di Indonesia.

3. Politik

Konstituante pada masa demokrasi liberal juga dinilai gagal menjalankan tugasnya dalam segi politik. Hal ini dibuktikan dengan gagalnya konstituante dalam menyusun Undang-Undang baru sebagai pengganti Undang-Undang Dasar Sementara 1950.

Karakteristik Demokrasi Terpimpin

Masa demokrasi terpimpin dimulai pada tanggal 5 Juli 1959 bersamaan dengan lahirnya dekrit presiden. Tujuan dari sistem pemerintahan demokrasi terpimpin adalah agar semua keputusan dan juga pemikiran yang bersangkutan dengan negara dipusatkan pada kepala pemerintah yaitu Presiden Soekarno. Sistem memiliki beberapa ciri atau karakteristik

1. Dominasi Kekuasaan Presiden

Yang menonjol dari demokrasi terpimpin adalah sistem pemerintahannya yang berpusat pada kepala negara atau kepala pemerintahan. Inilah yang menyebabkan kekuasaan didominasi oleh Presiden. Disini muncul beberapa kesenjangan terhadap anggota pemerintahan lainnya, karena presiden memiliki kekuasaan tertinggi sehingga memudahkan presiden untuk menyingkirkan orang yang tidak disukainya.

2. Pergerakan Politik yang Dibatasi

Pada masa pemerintahan demokrasi terpimpin, pergerakan partai politik sangat dibatasi. Partai politik tidak terlalu dianggap dan juga digunakan sebagai alat pendukung segala kebijakan presiden. Hal ini membuat partai politik seakan-akan tidak netral dan cenderung pro terhadap segala keputusan yang dibuat oleh presiden pada saat itu.

3. Dikekangnya Keberadaan Pers

Keberadaan pers di masa pemerintahan ini cenderung terkekang dan tidak bebas untuk berpendapat. Pers yang dimaksud disini bukan hanya media dalam negeri tetapi juga pers dari luar negri. Beberapa oknum pemerintahan bahkan berani untuk melarang media asing memberitakan hal yang terjadi di Indonesia sehingga pada waktu itu Indonesia terkesan sebagai negara yang seolah-olah tertutup.

4. Kekuatan Militer

Pada masa pemerintahan ini, salah satu ciri yang mungkin dapat menjadi poin positif adalah diperkuatnya militer Indonesia. Pertahanan di dalam negeri dioptimalkan sehingga anggota militer difasilitasi dengan senjata terbaik.

5. Partai Komunis Berkembang

Pemahaman dan pengertian demokrasi terpimpin dinilai memiliki kemiripan dengan landasan dari paham komunis. Hal inilah yang membuat munculnya Partai Komunis Indonesia atau PKI yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. PKI ternyata memiliki beberapa kesinambungan dengan Presiden Soekarno dimana keduanya memiliki sebuah hubungan timbal balik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *