Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli

  • Whatsapp
Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli
Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli

Setiap tahunnya Indonesia melakukan upacara 17 Agutus-an untuk memperingati hari lahirnya negara Indonesia. Setiap upacara dilakukan, tak jarang pembacaan teks proklamasi yang menjadi tonggak sejarah lahirnya Indonesia dibacakan. Dalam teks proklamasi tersebut, terdapat kalimat yang berbunyi “Bangsa Indonesia”, lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan bangsa?

Pengertian Bangsa

  1. Secara epistemologi, kata bangsa berasal dari kata Perancis Kuno nacion, yang berarti “kelahiran” (naision), “tempat asal”, yang juga berasal dari kata Latin natio (nātĭō) yang secara harfiah berarti “kelahiran”.
  2. Menurut J. G. Warner, bangsa adalah kelompok sosial yang homogen secara kultural sekaligus sadar dan ulet akan kesatuannya dalam kehidupan fisik dan berekspresi.
  3. Lord James Bryce bangsa adalah persatuan manusia yang memiliki kesamaan yang sangat kentara secara ras atau etnografis.
  4. Menurut J. K. Bluntschli, bangsa adalah persatuan orang-orang yang diikat oleh bahasa dan adat istiadat,dalam peradaban bersama yang memberi mereka rasa persatuan dan perbedaan dari bangsa atau persatuan orang-orang yang lain.
  5. Menurut R. N. Gilchrist, bangsa dapat didefinisikan sebagai sentimen spiritual atau prinsip yang muncul di antara sejumlah orang yang biasanya dari ras yang sama, penduduk di wilayah yang sama, berbagi bahasa yang sama, agama yang sama, asosiasi yang sama,dan cita-cita umum persatuan politik yang sama.
  6. Menurut J. W. Burgess tentang bangsa adalah populasi dengan kesatuan etnis, mendiami suatu wilayah, dengan kesatuan geografis yang sama.
  7. Menurut Stephen Butler Leacock, bangsa adalah kumpulan orang yang disatukan oleh keturunan dan bahasa yang sama kemudian kumpulan orang tersebut membentuk sebuah negara.
  8. Menurut Ernest Barker, suatu bangsa adalah komunitas orang-orang yang hidup di wilayah tertentu dan dengan demikian terikat oleh ikatan cinta timbal balik yang sama.
  9. Menurut Ramsay Muir, mendefinisikan bangsa sebagai tubuh orang-orang secara individu,kemudian dihubungkan secara alami bersama oleh afinitas tertentu yang begitu kuat dan nyata bagi antar individu tersebut.

Sehingga, mereka dapat hidup bahagia bersama, tidak puas ketika terpecah belah, dan tidak bisa mentolerir tunduk pada orang-orang yang tidak berbagi ikatan.

  1. Menurut AE Zimmern, bangsa adalah individu yang disatukan oleh sentimen bersama dari keintiman, intensitas, dan martabat, terkait dengan negara asal yang pasti.
  2. Definisi Pradier Fodere adalah afinitas ras, komunitas bahasa, kebiasaan, adat istiadat, dan agama adalah unsur-unsur yang membentuk bangsa dan definisi dari bangsa itu sendiri.
  3. Dalam Wikipedia, suatu bangsa adalah komunitas orang yang dibentuk atas dasar bahasa, wilayah, sejarah, etnis, atau susunan psikologis yang umum yang dimanifestasikan dalam budaya bersama.
  4. Bangsa adalah sekelompok besar orang yang dihubungkan oleh budaya, bahasa, dan sejarah yang serupa. Misalkan saja negara yang terbentuk karena satu etnis yaitu Korea, hampir semua orang di Korea Selatan adalah orang/bangsa/etnis Korea.

Sedangkan negara lain terdiri dari kelompok etnis yang beragam (Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Singapura, misalnya). Namun, anggota suatu bangsa melihat diri mereka terhubung. Sesama anggota sering dianggap sebagai bagian dari keluarga besar.

Banyak anggota suatu bangsa bangga menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, daripada diri mereka sebagai individu dan mereka merayakan kemerdekaan negara di mana tempat bangsa mereka tinggal.

Pada akhirnya, menentukan apa yang membentuk suatu/apa yang dimaksud dengan bangsa sifatnya agak subyektif. Orang-orang dapat mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota dari banyak bangsa, tetapi identifikasi tersebut dapat berubah seiring waktu dan parameter untuk mengidentifikasi juga bervariasi.

Pembagian antara kelompok etnis dan negara adalah suatu hal yang rumit untuk dilakukan. Singkatnya, saat suatu kelompok etnis mulai memandang dirinya sebagai suatu bangsa, ia menjadi sebuah bangsa.

Orang-orang Kurdi, misalnya, menjadi bangsa ketika mereka mulai menganggap diri mereka sebagai kelompok etnis dengan bahasa, sejarah, dan budaya yang sama yang membedakan mereka dari Turki, Arab, dan Persia yang berdekatan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *