Pengertian Akuntansi Keuangan

  • Whatsapp
Pengertian Akuntansi Keuangan

Sebuah perusahaan akuntansi sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup perusahaan tersebut. Dengan adanya akuntansi keuangan maka para pemangku kepentingan dapat membuat keputusan yang tepat berdasarkan data akuntansi tersebut.

Pengertian Akuntansi Keuangan dalam Perusahaan

Akuntansi keuangan adalah bagian dari jenis-jenis akuntansi yang berhubungan langsung dengan penyajian informasi berupa laporan keuangan yang terjadi di perusahaan untuk kepentingan pihak internal maupun pihak eksternal.

Terdapat 4 laporan keuangan yang dihasilkan dari akuntansi keuangan perusahaan yaitu laporan laba rugi (income statement), laporan perubahan modal atau laporan laba ditahan (retained earnings statement), laporan neraca (balance sheet), dan laporan arus kas (cash flow statement), yang nantinya akan digunakan untuk mengambil keputusan oleh para stakeholders.

Fungsi Laporan dari Akuntansi Keuangan

Laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan akan memberikan sebuah informasi sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, berdasarkan fungsinya, pengguna akuntansi dibedakan menjadi dua yaitu pengguna internal dan pengguna eksternal, berikut penjelasannya.

1. Pengguna Internal

Pengguna internal adalah manajer perusahaan yang memiliki peran sebagai pengatur dan pengawas setiap kegiatan yang dilakukan khususnya transaksi akuntansi. Laporan keuangan tersebut akan memberikan informasi apakah perusahaan perlu mengubah strategi atau tetap menggunakan strategi yang sudah ada.

2. Pengguna Eksternal

Pengguna eksternal perusahaan merupakan pengguna yang tidak terlibat dalam sistem manajemen di dalam perusahaan. Pengguna eksternal menggunakan informasi akuntansi untuk kepentingannya sendiri, seperti uraian di bawah ini.

  1. Pemegang saham, meskipun investor memiliki peran dalam memberikan uangnya untuk perusahaan namun masih dianggap sebagai pihak eksternal karena tidak ikut di dalam manajemen perusahaan. Selain itu, laporan keuangan digunakan untuk menilai apakah saham yang ditanam sudah memberikan pengembalian yang diharapkan.
  2. Calon investor, laporan keuangan akan digunakan sebagai acuan apakah saham perusahaan bisa dibeli dengan kemungkinan minim resiko karena para calon investor ini mengharapkan pengembalian yang besar atas saham yang telah dibelinya.
  3. Kreditor, yaitu orang yang memberikan pinjaman kepada perusahaan akan menilai dari laporan keuangan perusahaan bahwa perusahaan mampu membayarkan utang-utangnya dengan jangka waktu yang telah ditentukan.
  4. Supplier, yaitu orang yang memberikan pasokan barang dan bahan kepada perusahaan. Dengan melihat laporan keuangan perusahaan maka supplier dapat menilai akan tagihan penjualan mereka dan memastikan bahwa perusahaan bisa digunakan sebagai mitra kerja yang baik.
  5. Pemerintah, meskipun perusahaan swasta namun harus tetap berada pada pengawasan pemerintah. Laporan keuangan akan dianalisis dan diberikan ketetapan pajak berdasasrkan ketentuan. Pemerintah harus mengawasi perusahaan agar membayarkan pajak sesuai nominal dan waktu yang telah ditentukan.
  6. Karyawan,  hak seorang karyawan melihat keuangan perusahaan yang transparan hal tersebut untuk memastikan bahwa gaji yang diterima sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati di awal.

Standar Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan yang terdapat di dalam perusahaan yang nantinya akan menghasilkan laporan keuangan harus disajikan dengan prinsip dan aturan akuntansi yang berlaku. Standar akuntansi yang digunakan di Indonesia adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) sebagai prosedur dalam menjalankan proses akuntansi perusahaan.

PSAK berisikan tentang standar pencatatan, penyusunan, dan juga penyajian laporan keuangan yang harus diikuti oleh perusahaan. PSAK yang diterapkan sering mengalami perubahan sehingga bagi para akuntan harus siap dengan segala perubahan yang disyaratkan oleh PSAK untuk menghasilkan laporan akuntansi.

Laporan akuntansi yang benar akan menghasilkan sebuah pengambilan keputusan yang benar oleh para pihak yang berkepentingan (stakeholder).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *